Siapa yang bisa menilai kemampuan kita?
tentunya kita sendiri bukan.
nah, ini pengalamanku sabtu 8 oktober 2011.
aku sangat ingin tahu bagaimana menyulam smock. lihat di youtube bagus-bagus sekali baju anak-anak yang disulam pakai smock.
berselancarlah aku di internet. sampai suatu saat aku menemukan sebuah blog yang menawarkan kursus smock dengan alamat rumah dekat dengan rumahku. aku coba hubungi no telp yang tersedia disana. ngomong-ngomong-ngomong deal lah harga kursus dan hari kursusnya. Smock Australia Rp.350.000. harga yang wajar karena saya lihat-lihat di tempat lain juga harga standar seperti itu.
tiba saatnya hari sabtu 8 oktober 2011 saya mengadakan janji untuk kursus tersebut. Saya datang lebih awal dari waktu yang telah ditentukan yaitu pukul 10.00. saya sampai lokasi 9.45. wah,kenapa rumah segede gini nggak ada belnya yah. nggak terlihat penghuninya pula. aku tlp lah sang guru. ternyata itu rumah adalah rumah ortunya dan sang guru tidak tinggal disitu. sang guru tinggalnya di tangerang. Beliau ke lokasi kursus kalau ada yg mau kursus saja. akhirnya saya lihat ada seorang laki-laki tanggung disana, aku minta tolong untuk dibukakan pintu, mau ikut kursus.
Alhasil saya sudah ada di ruang tamu. sepi seperti tak berpenghuni. saya tanya Ibu Dwi nya mana yang mau ngasih kursus. ternyata belum datang. menunggu sendirian, hampir 45 menitan. Akhirnya Bu Dwi datang juga dengan tergesa-gesa.
Basa-basi sebentar.biasa minta maaf karena telat.walah,saya paling nggak suka. dari awal saja dah tidak menepati waktu. alat-alat dikeluarkan. dan ternyata nggak bawa jarum untuk smock. saya sudah mulai muak. saya bilang saja.
" Maaf Bu, apa saja yang diajarkan dalam kursus smock kali ini?"
ini , tusuk-tusuk dasarnya saja.
" nggak ada yang lain, apa gitu? yang sdh di produksi ibu mungkin,berupa baju atau apalah?"
saya nggak bikin produk baju mbak. saya hanya ngajar ini saja.maaf, mbak penjahit?
" ya,saya penjahit selain saya juga kerja"
00000,saya malah nggak bisa jahit.
"kalau gitu saya kira harga 350.000 kemahalan Bu,kalau hanya mengajar tusuk-tusuk saja tanpa pernah Ibu mempraktekkan ke sebuah produk yang bisa dibanggakan.
(perbandingannya saya belajar sulam pita ,selain tusuk dasar juga diajarkan dua pola untuk di buat hanya 100.000).
dengan berat hati Ibu Dwi bilang ,ya udah diskon 50.000.
wah,kalau 50.000 saya nggak mau Bu. saya minta diskon 100.000 ( sambil sebenernya nggak rela juga tapi dah terlanjur).
deal, mulailah kami belajar.
dan Anda tahu, Ibu Dwi masih nyontek catatan untuk mengajarkan tusuk-tusuknya kepada saya. dan juga sering keliru.
Alhasil saya kecewa.
1. Sudah tidak tepat waktu
2. Tidak menguasai materi
3. Kemahalan
jadi apabila teman-teman akan mengikuti kursus atau belajar apapun, cari tahu dulu apakah sang pengajar sudah banyak yang mereferensikannya untuk ngajar.
sedikit searing saja.
semoga tidak terjadi pada yang lainnya.
salam
craftmania
No comments:
Post a Comment